kamis ..
tiap kali ajakin ketemuan pada kaga bisa..
sekarang pas ujan uda turun-turun..
trus ada diskonan.. diajakin pada bisa..
terkadang emang aneh nih teman-teman...
ujan-ujan.. becek-becekan..
pada kelayapan..
uda malem.. cari makan..
dan berakhir pada rumah makan Ichiraku..
makanan yang di pesen ramen 2 porsi..
sushi 1 porsi
sop apa tuh namanya lupa..
itu eboy yang pesen..
isinya rumput laut trus dikasi kuah sop gitu doang..
ampun deh. tempat makan kalo uda pada laku gitu yah..
isi dikit pun ada aja yang pesen... hahhaa
selesai makan kita pada foto-foto..
mau liat foto eboy sama farra??
kunjungin aja facebook saya..
http://www.facebook.com/profile.php?id=1245172814&ref=tn_tnmn
tadinya kita mau lipsing.. tapi takut jadi terkenal.. jadi kita foto-foto doang deh..
soalnya pas kita makan di @IchirakuramenID itu lagu yang di puter isinya lagu-lagu si adele smua.. jadi kita sempet mau lipsing..
untungnya kga jadi lipsing.. kalo jadi bisa-bisa uda di kejar-kejar jadi fans-fans nii.. hahha
dan berakhir dengan foto-foto yang bejibun banyaknya yang kami hasilkan... haha
sebuah karya, sebuah cerita...^^
Uraian rasa disetiap rangkaian kata-kata
Minggu, Januari 13, 2013
Sabtu, Januari 05, 2013
Saat bersamanya namun rasa disini masih kurang
Hari yang cerah bersama sinar mentari dibalik kilasan awan-awan putih bertebaran dalam luasnya biru lembut angkasa..
berjalan bergerak sesuai dengan hembusan angin..
menyejukan, menyegarkan..
bersama hangatnya sinar mentari..
dia berikan senyum pagi yang ppolos berseri..
tak ada yang dapat kalahkan senyumnya yang indah menawan dipagi itu..
tidak putihnya awan.. tidak juga indahnya sinar mentari..
senyum indahnnya menyongsong hari yang tak diduga..
dia berlari kecil.. membbuka knop pintu dan menarik napasnya dalam-dalam
masuk ke dalam angan-angan.. menyusup kalbu dan ruang dalam dirinya..
dipandangnya pagi itu.. dengan mata yang bersinar bersama kilauan sang fajar..
hingga akhirnya terdapat siluet sosok yang ditunggunya..
siluet yang sangaat disayanginya.. penuh cinta kasih dan harapan..
sosok pemenuh dari segala kurang yang dimiliki..
dibukanya pintu, ditarik tangan sosok yang disayangnya bergegas menuju ruang tunggu..
rasa cemas kuatir dan gelisah, luput dari mukanya yang sempaat tersirat..
kini garis mukanya kembali tenang.. dan dia telah mengharapkan kedatangannya..
setelah siap.. bergegaslah dia bersama sosokk yang telah hadir dihadapannya..
menuju hari bersama seharian..
harii itu tak sulit dilewatkan
hari itu cukup indah untuk di lukiskan
hari itu penuh dengan senyuman
dan hari itu dia tersadar betapa sangat berharga sosok yang berada di sampingnya..
hari itu pula dia merasa takut akan gagal, kecewa, dan pengkhiyanatan..
namun pikirannya itu dibuang jauh, jauh didalam dasar dirinya..
dia hempaskan napas dalam-dalam bersama pandangan datar menuju langit luas..
dia sadar akan dirinya.. dirinya yang jau dari kata sempurna
dirinya yang hanya memiliki senyum dan keceriaan..
dirinya yang selalu menuggu keajaiban..
dan percaya akan datangnya hal indah jika mampu bersadar..
diri yang dulu dia akui sangat kecil untuk dapat belajar segala sesuatu yang melimpah dalam dunia iini..
kini.. diri itu dapat merasakan kehidupan yang tak bisa kembali terulang..
dimana hari-hari penuh cerita terrajut didalamnya..
di dalam kenangan yang tak tersiratkan..
dan sosok disampingnya merasakan berubahan dalam garis wajahnya..
bertanyalah sosok itu kepadanya..
apa yang sedang kau rasakan? apa yang kau pikirkan?
dia hanya dapat memandang sosok yang disayanginya dengan penuh rasa..
dan hanya senyum yang terlihat dari wajahnya untuk menjawab pertanyaan itu...
dia tak bisa mengungkapkan apa yang dilakukannya dalam diam.. namun dia percaya rasa itu telah salah..
saat dimana dia bersama sosok yang menyayanginya tulus penuh cinta.. dan dia merasa kehilangan dari jiwanya..
entah, bagaimana jiwanya merasa kosong disaat seseorang yang begitu sangat-sangat mencintainya.. ingin merajut hari-hari penuh bersama senyum, keceriaan dan celotteh2nya.. dan dirinya merasakan kekosongan yang teramat..
hilang..
bagaikan tertelan dalam bayangan.. dongeng masa kecilnya..
dan akhirnya dia mencoba membuka dirinya untuk lebiih terima sosok yang berada disampingnya, mencoba memberikan apa yang diinginkannya, berbagi celotehnya..
saat itu matanya berkaca, tetesan2 air mata jatuh dalam sorot indah matanya
turun membasahi pipinya..
tangisan itu memberikan arti tersendiri bagi dirinya.. dirinya yang telah mencoba menyerah..
mencoba membagi hatinya tidak dengan sosok itu saja..
diaa sadar.. sangat amat sadar..
dia berbalik menatap birunya angkasa.. menghembuskan napasnya lagi disana..
dan dia mencoba mendekatkan dirinya kepada pasangan yang berada disampingnya..
semakin berlinang air dari matannya mengalir membasahi pipinya..
kini dia harus sadar..
sosok yang berada disisinya tak akan mudah untuk melepaskannya..
sosok itu akan menggenggam tangannya erat..
seberapapun sakit yang terjerat..
sosok itu yakin hanya dirinya yang dibutuhkan oleh dirinnya..
sosok itu berucap..
'lebih baik kau berceloteh tentang apapun, karna itu akan mempermudah aku masuk dalam dirimu, masuk dalam kekosonganmu, dan menutup semua dari sini'
penuh kelembutan saat sosok itu mengucapkan.. penuh rasa hangat..
yang memecahkan tangis yang tertahan dalam dirinya..
andai dia tau.. kekosongan itu hadir disaat dirinya menjauh, memberi jarak dan kehampaan..
dan hanya tertinggal sebagian dari sosok itu..
berjalan bergerak sesuai dengan hembusan angin..
menyejukan, menyegarkan..
bersama hangatnya sinar mentari..
dia berikan senyum pagi yang ppolos berseri..
tak ada yang dapat kalahkan senyumnya yang indah menawan dipagi itu..
tidak putihnya awan.. tidak juga indahnya sinar mentari..
senyum indahnnya menyongsong hari yang tak diduga..
dia berlari kecil.. membbuka knop pintu dan menarik napasnya dalam-dalam
masuk ke dalam angan-angan.. menyusup kalbu dan ruang dalam dirinya..
dipandangnya pagi itu.. dengan mata yang bersinar bersama kilauan sang fajar..
hingga akhirnya terdapat siluet sosok yang ditunggunya..
siluet yang sangaat disayanginya.. penuh cinta kasih dan harapan..
sosok pemenuh dari segala kurang yang dimiliki..
dibukanya pintu, ditarik tangan sosok yang disayangnya bergegas menuju ruang tunggu..
rasa cemas kuatir dan gelisah, luput dari mukanya yang sempaat tersirat..
kini garis mukanya kembali tenang.. dan dia telah mengharapkan kedatangannya..
setelah siap.. bergegaslah dia bersama sosokk yang telah hadir dihadapannya..
menuju hari bersama seharian..
harii itu tak sulit dilewatkan
hari itu cukup indah untuk di lukiskan
hari itu penuh dengan senyuman
dan hari itu dia tersadar betapa sangat berharga sosok yang berada di sampingnya..
hari itu pula dia merasa takut akan gagal, kecewa, dan pengkhiyanatan..
namun pikirannya itu dibuang jauh, jauh didalam dasar dirinya..
dia hempaskan napas dalam-dalam bersama pandangan datar menuju langit luas..
dia sadar akan dirinya.. dirinya yang jau dari kata sempurna
dirinya yang hanya memiliki senyum dan keceriaan..
dirinya yang selalu menuggu keajaiban..
dan percaya akan datangnya hal indah jika mampu bersadar..
diri yang dulu dia akui sangat kecil untuk dapat belajar segala sesuatu yang melimpah dalam dunia iini..
kini.. diri itu dapat merasakan kehidupan yang tak bisa kembali terulang..
dimana hari-hari penuh cerita terrajut didalamnya..
di dalam kenangan yang tak tersiratkan..
dan sosok disampingnya merasakan berubahan dalam garis wajahnya..
bertanyalah sosok itu kepadanya..
apa yang sedang kau rasakan? apa yang kau pikirkan?
dia hanya dapat memandang sosok yang disayanginya dengan penuh rasa..
dan hanya senyum yang terlihat dari wajahnya untuk menjawab pertanyaan itu...
dia tak bisa mengungkapkan apa yang dilakukannya dalam diam.. namun dia percaya rasa itu telah salah..
saat dimana dia bersama sosok yang menyayanginya tulus penuh cinta.. dan dia merasa kehilangan dari jiwanya..
entah, bagaimana jiwanya merasa kosong disaat seseorang yang begitu sangat-sangat mencintainya.. ingin merajut hari-hari penuh bersama senyum, keceriaan dan celotteh2nya.. dan dirinya merasakan kekosongan yang teramat..
hilang..
bagaikan tertelan dalam bayangan.. dongeng masa kecilnya..
dan akhirnya dia mencoba membuka dirinya untuk lebiih terima sosok yang berada disampingnya, mencoba memberikan apa yang diinginkannya, berbagi celotehnya..
saat itu matanya berkaca, tetesan2 air mata jatuh dalam sorot indah matanya
turun membasahi pipinya..
tangisan itu memberikan arti tersendiri bagi dirinya.. dirinya yang telah mencoba menyerah..
mencoba membagi hatinya tidak dengan sosok itu saja..
diaa sadar.. sangat amat sadar..
dia berbalik menatap birunya angkasa.. menghembuskan napasnya lagi disana..
dan dia mencoba mendekatkan dirinya kepada pasangan yang berada disampingnya..
semakin berlinang air dari matannya mengalir membasahi pipinya..
kini dia harus sadar..
sosok yang berada disisinya tak akan mudah untuk melepaskannya..
sosok itu akan menggenggam tangannya erat..
seberapapun sakit yang terjerat..
sosok itu yakin hanya dirinya yang dibutuhkan oleh dirinnya..
sosok itu berucap..
'lebih baik kau berceloteh tentang apapun, karna itu akan mempermudah aku masuk dalam dirimu, masuk dalam kekosonganmu, dan menutup semua dari sini'
penuh kelembutan saat sosok itu mengucapkan.. penuh rasa hangat..
yang memecahkan tangis yang tertahan dalam dirinya..
andai dia tau.. kekosongan itu hadir disaat dirinya menjauh, memberi jarak dan kehampaan..
dan hanya tertinggal sebagian dari sosok itu..
Jumat, Desember 28, 2012
Surabaya, 29 Desember 2012
sudah 2minggu di Surabaya
Tak terasa, telah lepas rindu dengan kawan sekolah menegah pertama.
walau tak tiap hari kita bertemu, namun kita memiliki hubungan yang masi baik untuk dijaga
saat aku dapat datang ke kota mu, dimana di Surabaya kau menuntut ilmu untuk menjadi seorang dokter gigi. dan aku hanya seorang karyawan biasa di pabrik tempat ku bekerja di kota kita bersama dulu Tangerang.
Banyak yang kita bincangkan. dari sekian waktu yang tak dapat kita habiskan selalu bersama.
canda-tawa, mengisi kekosongan di masing-masing diri kita..
Namanya Siti Ahtika. Teman dimana sekarang menjadi sahabat.
jarang yang alami memang cukup jau. namun kita masih menyempatkan diri untuk bertemu, walau dalam satu atau dua hari setahun..
saat kelas dua SMP kami baru sekelas, saat itu pula kami berkenalan. hingga sampai pada sekarang.
kami saling menghormati satu sama lain disetiap perbedaan yang kami miliki.
kami juga saling memberikan motivasi, dukungan, dan semangat dalam kesibukan kami masing-masing.
dan dari pertemuan dengannya beberapa hari ini, ternyata kami saling mengagumi satu sama laiin, dalam kehidupan kami..
aku mengagumi seorang Siti Ahtika, seseorang yang memiliki sifat sabar yang luar biasa, sifat-sifat yang dimilikinya aku contoh dalam diriku yang tak memiliki sifat-sifat itu.
dan ternyata dalam pengakuannya, Siti Ahtika (dalam panggilan Cittonk) mengagumi seorang Cam (Cahaya Metha) sahabatnya yang sekarang telah mandiri dengan berkerja dan berkuliah, mengagumi sosoknya yang dapatg membagi waktunya didalam bidang masalah masing-masing..
hingga hari ini aku membuka kembali blog ku yang lama terpendam, mati dan tak tersentuh oleh ku.. untuk mengenang masa-masa 2minggu di Surabaya, ku coba kembali membuka blog ini, dan mem-postingnya agar dapat menjadi sebuah tulisan yang dapat mengingatkan ku pada saat aku semakin tua, karena persahabatan yang kita miliki tidak kenal dengan jarak. persahabatan kami cukup penuh kebebasan, kami dapat bercerita apapun didalamnya, dan menuangkan apapun, mendukung apapun, dan melakukan apapun..
misi kami berdua adalah ingin menciptakan sesuatu yang dapat menjadikan kami terus berhubungan, terpikir bersama kami ingin bisnis bersama. namun hingga hari ini kami masi memikirkan bisnis apa yang dapat kami lakukan. untuk dapat memenuhi dompet-dompet kami yang selalu berisi kan lembaran-lembaran uang recehan :D
Sabtu, Desember 25, 2010
about my friend michel
he's name michel..
awal ktmu.. mungkiin pas malem taon baru di gereja HMTB..
terus message-an lewat facebook.. trus smsan..
si michel itu temen yang bae.. bae banget dahh..
perhatian,, pengertian...
seneng si gua bisa jadi temen si michel..
oiyaa, awal kenal tadinya gua kira namanya dia kalo di ucap 'misel' ehh, taunya gua salah.. hahhaaa
umur dia kalo ga salah yaa.. emmm... takut salah,, maaf ya kk kalo salah :D
21th..
pengen tuh rasanya gua panggil koko,, tp sjak kenal uda manggil nama, jdi gua susah baliknya,, yda deh ampe skrg si michel gua panggil nama.. hohooho
(maaf ya ga sopan saia)
emm, sempet lost contac juga si,, tp pas adven ke 3an kalo ga salah jdi contac lagi..
ya punya temen kaya michel enak banget dehh.. pokoknya..
trus pas natal kmren ssi michel ngajak ktemu sbntr.. tp gua ga bisa..
sory yee chel.. hoohoo
bukan sok, gak mau ketemu.. hiihii
oiyaa, pas tanggal brp gtu,, kalo ga salah si tanggal 22 apa 23 ya,, michel minta gua buat masuin namanya dalam blog..
sipph,, gua tulis ni nama kau chel..
anggap aja ya kado natal,, (ga bisa kasi kado yang gmn" nii) hohooho
emm,, oiyaa.. my friend michel is very very kind..
so,, buat cewe' yg dapet dia,, ga nyesel deh kalo cocok n klop... hhohoo
pray to michel
moga slalu disertai Tuhan, dilindungi..
sukses, sehat slalu, dapet jodoh yg cocok,, dan slalu dijaga ya jodohnya..
God Bless
chel pokoknya kau dasyat dehh.. hohoho
mungkin yg punya blog cuma bisa nulis ssderhana ini.. maaf yaa.. klo aada yg salah bilang aja.. :D
awal ktmu.. mungkiin pas malem taon baru di gereja HMTB..
terus message-an lewat facebook.. trus smsan..
si michel itu temen yang bae.. bae banget dahh..
perhatian,, pengertian...
seneng si gua bisa jadi temen si michel..
oiyaa, awal kenal tadinya gua kira namanya dia kalo di ucap 'misel' ehh, taunya gua salah.. hahhaaa
umur dia kalo ga salah yaa.. emmm... takut salah,, maaf ya kk kalo salah :D
21th..
pengen tuh rasanya gua panggil koko,, tp sjak kenal uda manggil nama, jdi gua susah baliknya,, yda deh ampe skrg si michel gua panggil nama.. hohooho
(maaf ya ga sopan saia)
emm, sempet lost contac juga si,, tp pas adven ke 3an kalo ga salah jdi contac lagi..
ya punya temen kaya michel enak banget dehh.. pokoknya..
trus pas natal kmren ssi michel ngajak ktemu sbntr.. tp gua ga bisa..
sory yee chel.. hoohoo
bukan sok, gak mau ketemu.. hiihii
oiyaa, pas tanggal brp gtu,, kalo ga salah si tanggal 22 apa 23 ya,, michel minta gua buat masuin namanya dalam blog..
sipph,, gua tulis ni nama kau chel..
anggap aja ya kado natal,, (ga bisa kasi kado yang gmn" nii) hohooho
emm,, oiyaa.. my friend michel is very very kind..
so,, buat cewe' yg dapet dia,, ga nyesel deh kalo cocok n klop... hhohoo
pray to michel
moga slalu disertai Tuhan, dilindungi..
sukses, sehat slalu, dapet jodoh yg cocok,, dan slalu dijaga ya jodohnya..
God Bless
chel pokoknya kau dasyat dehh.. hohoho
mungkin yg punya blog cuma bisa nulis ssderhana ini.. maaf yaa.. klo aada yg salah bilang aja.. :D
Jumat, November 19, 2010
Danau cantik dari Bencana^^
Danau cantik dari Bencana
Thu Oct 21 0:31am
Oleh Amril Taufik Gobel
Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara tidak mampir sejenak ke Danau Toba, danau vulkanik yang merupakan danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Pesona eksotisnya berupa hamparan danau luas laksana lautan dengan pepohonan rindang dan perbukitan yang menawan. Danau ini berukuran 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter dan terletak 906 meter di atas permukaan laut, di tengah danau terdapat Pulau Samosir yang tak kalah menariknya menjadi objek kunjungan wisata.
Photo credits - Arie Basuki/Tempo
Dalam kunjungannya pada 1996, Pangeran Bernard dari Belanda bahkan menyatakan kekagumannya pada panorama indah danau ini. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” katanya antusias.
Ada tujuh kabupaten di sekeliling danau, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir yang memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama dua minggu.
Photo credits - Agung Chandra/TempoDebu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.
Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan, pada beberapa spesies, juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Ketika menikmati keindahan danau ini, Anda mungkin tak membayangkan bahwa pesona yang terjadi berasal dari bencana dahsyat letusan gunung berapi yang mendatangkan ketakutan dan kengerian ketika itu.
Perjalanan darat ke Danau Toba, tepatnya ke Parapat, memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.
Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.
Photo credits - Agung Chandra/Tempo
Untuk tempat menginap dan tinggal lebih lama menikmati keindahan Danau Toba, tersedia banyak hotel dan penginapan. Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu per malam tergantung tipe hotel.
Sebuah perusahaan travel bahkan menawarkan menikmati keindahan Danau Toba dari udara, yakni menggunakan paralayang. Setiap wisatawan diberi kesempatan terbang menggunakan paralayang dari kawasan pegunungan Tongging, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Bagi para wisatawan yang ingin mencoba paralayang akan ditemani seorang instruktur berpengalaman, namun tentunya penentuan bisa terbang atau tidak tergantung pada kondisi cuaca dan angin.
Tidak hanya itu, menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam bisa Anda nikmati dari pesisir danau. Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut untuk menikmati senja di Danau Toba.
Baca juga blog Amril
Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara tidak mampir sejenak ke Danau Toba, danau vulkanik yang merupakan danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Pesona eksotisnya berupa hamparan danau luas laksana lautan dengan pepohonan rindang dan perbukitan yang menawan. Danau ini berukuran 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter dan terletak 906 meter di atas permukaan laut, di tengah danau terdapat Pulau Samosir yang tak kalah menariknya menjadi objek kunjungan wisata.
Photo credits - Arie Basuki/TempoDalam kunjungannya pada 1996, Pangeran Bernard dari Belanda bahkan menyatakan kekagumannya pada panorama indah danau ini. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” katanya antusias.
Ada tujuh kabupaten di sekeliling danau, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir yang memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama dua minggu.
Photo credits - Agung Chandra/TempoDebu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut. Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan, pada beberapa spesies, juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Ketika menikmati keindahan danau ini, Anda mungkin tak membayangkan bahwa pesona yang terjadi berasal dari bencana dahsyat letusan gunung berapi yang mendatangkan ketakutan dan kengerian ketika itu.
Perjalanan darat ke Danau Toba, tepatnya ke Parapat, memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.
Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.
Photo credits - Agung Chandra/TempoUntuk tempat menginap dan tinggal lebih lama menikmati keindahan Danau Toba, tersedia banyak hotel dan penginapan. Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu per malam tergantung tipe hotel.
Sebuah perusahaan travel bahkan menawarkan menikmati keindahan Danau Toba dari udara, yakni menggunakan paralayang. Setiap wisatawan diberi kesempatan terbang menggunakan paralayang dari kawasan pegunungan Tongging, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Bagi para wisatawan yang ingin mencoba paralayang akan ditemani seorang instruktur berpengalaman, namun tentunya penentuan bisa terbang atau tidak tergantung pada kondisi cuaca dan angin.
Tidak hanya itu, menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam bisa Anda nikmati dari pesisir danau. Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut untuk menikmati senja di Danau Toba.
Baca juga blog Amril
Lautan Pasir Gunung Bromo^^
Lautan Pasir Gunung Bromo
Thu Oct 21 0:29am
Oleh Amril Taufik Gobel
Keberadaan Gunung Bromo dengan lautan pasirnya yang fenomenal sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Indonesia. Gunung Bromo merupakan salah satu gunung pada Pegunungan Tengger.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga
Dengan ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, panorama elok terpancar saat memandang pesona alam yang tidak akan pernah ada habisnya. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama dan terletak dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.
Daya tarik Gunung Bromo yang istimewa adalah kawah di tengah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo, mengepulkan asap putih. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Ketinggian yang relatif “rendah” untuk ukuran gunung membuat perjalanan menuju Gunung Bromo relatif mudah.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga
Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, Anda bisa menikmati hamparan lautan pasir luas, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menggapai langit. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya atau sebaliknya menikmati temaram senja dari punggung bukit Bromo.
Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan cukup berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam, tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi.
Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung. Sampai di atas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga
Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan momen ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas.
Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan gunung-gunung yang ada di sekitarnya berawal dari keberadaan Gunung Tengger (4.000 mdpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi saat itu.
Kemudian terjadi letusan dahsyat yang menciptakan kaldera dengan ukuran diameter lebih dari 8 kilometer. Material vulkanik letusan gunung sekarang berubah menjadi lautan pasir, konon material tersebut pernah tertutup oleh air. Aktivitas vulkanik dengan munculnya lorong magma mengakibatkan terbentuknya gunung-gunung baru seperti Gunung Bromo, Gunung Widodaren, Gunung Batok, Gunung Watangan, Gunung Kursi dan Gunung Semeru.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga
Bromo memang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan panorama gunung lainnya. Di sekitar Bromo hingga puncak tidak ditemui tanaman hijau selain semak belukar. Gunung Bromo yang masih terdapat dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa lautan pasir seluas 5.250 hektare.
Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70 ribu atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang beterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.
Dari kaki gunung fenomenal itu, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo , Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap.
Anda juga dapat melayangkan pandangan ke bawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Setelah berlama-lama di puncak, apabila pelancong sudah merasa kelaparan, di bagian bawah Bromo terdapat warung-warung yang menjajakan gudeg, mie instan, air mineral dan jajanan murah. .
Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga
Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.
Ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat ke kawasan Gunung Bromo antara lain, Berkunjunglah pada musim kemarau, jangan musim penghujan, sehingga anda akan mendapatkan momen pemandangan yang sempurna. Siapkan pakaian pelindung dingin, seperti kerpus, slayer, syal, sarung tangan, jaket, dan jangan lupa sepatu karena cuaca disini cukup dingin. Bawalah juga kacamata untuk pelindung dari debu pasir selama di Segoro Wedi. Jangan berada di kawah Bromo di atas pukul 9 pagi untuk menghindari risiko keracunan.
Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional Bromo Semeru ini yaitu: Desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, Desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, Desa Ngadas dari jalur Malang dan Desa Burno adalah jalur Lumajang.
Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:
- Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km,
- Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km
- Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km
Selamat menikmati keindahan eksotis Gunung Bromo!
Baca juga blog Amril
Keberadaan Gunung Bromo dengan lautan pasirnya yang fenomenal sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Indonesia. Gunung Bromo merupakan salah satu gunung pada Pegunungan Tengger.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/PortaltigaDengan ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, panorama elok terpancar saat memandang pesona alam yang tidak akan pernah ada habisnya. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama dan terletak dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.
Daya tarik Gunung Bromo yang istimewa adalah kawah di tengah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo, mengepulkan asap putih. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Ketinggian yang relatif “rendah” untuk ukuran gunung membuat perjalanan menuju Gunung Bromo relatif mudah.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/PortaltigaDari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, Anda bisa menikmati hamparan lautan pasir luas, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menggapai langit. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya atau sebaliknya menikmati temaram senja dari punggung bukit Bromo.
Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan cukup berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam, tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi.
Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung. Sampai di atas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/PortaltigaMenyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan momen ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas.
Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan gunung-gunung yang ada di sekitarnya berawal dari keberadaan Gunung Tengger (4.000 mdpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi saat itu.
Kemudian terjadi letusan dahsyat yang menciptakan kaldera dengan ukuran diameter lebih dari 8 kilometer. Material vulkanik letusan gunung sekarang berubah menjadi lautan pasir, konon material tersebut pernah tertutup oleh air. Aktivitas vulkanik dengan munculnya lorong magma mengakibatkan terbentuknya gunung-gunung baru seperti Gunung Bromo, Gunung Widodaren, Gunung Batok, Gunung Watangan, Gunung Kursi dan Gunung Semeru.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/PortaltigaBromo memang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan panorama gunung lainnya. Di sekitar Bromo hingga puncak tidak ditemui tanaman hijau selain semak belukar. Gunung Bromo yang masih terdapat dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa lautan pasir seluas 5.250 hektare.
Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70 ribu atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang beterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.
Dari kaki gunung fenomenal itu, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo , Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap.
Anda juga dapat melayangkan pandangan ke bawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Setelah berlama-lama di puncak, apabila pelancong sudah merasa kelaparan, di bagian bawah Bromo terdapat warung-warung yang menjajakan gudeg, mie instan, air mineral dan jajanan murah. .
Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa.
Photo credits - Rhamadian Qadafi/PortaltigaUpacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.
Ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat ke kawasan Gunung Bromo antara lain, Berkunjunglah pada musim kemarau, jangan musim penghujan, sehingga anda akan mendapatkan momen pemandangan yang sempurna. Siapkan pakaian pelindung dingin, seperti kerpus, slayer, syal, sarung tangan, jaket, dan jangan lupa sepatu karena cuaca disini cukup dingin. Bawalah juga kacamata untuk pelindung dari debu pasir selama di Segoro Wedi. Jangan berada di kawah Bromo di atas pukul 9 pagi untuk menghindari risiko keracunan.
Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional Bromo Semeru ini yaitu: Desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, Desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, Desa Ngadas dari jalur Malang dan Desa Burno adalah jalur Lumajang.
Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:
- Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km,
- Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km
- Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km
Selamat menikmati keindahan eksotis Gunung Bromo!
Baca juga blog Amril
Pesona Warna Kawah Kelimutu^^
http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/16-pesona-warna-kawah-kelimutu?cid=today
Oleh Amril Taufik Gobel
Inilah sebuah gunung yang menyimpan misteri sekaligus pesonanya. Gunung Kelimutu terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan puncak berketinggian 1.690 m dari atas permukaan laut, gunung itu memiliki keunikan karena ada tiga buah danau kawah berbeda warna.
Photo credits - Arif Fadillah
Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Tak kurang sudah 12 kali perubahan warna terjadi dalam waktu 25 tahun terakhir ini. Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat. Perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar danau.
Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
Photo credits - Arif FadillahDanau atau Tiwu Kelimutu dibagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa orang-orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.
Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda, tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu. Bagi penggemar hiking dan menyukai keindahan alam di desa pegunungan tropis, berwisata ke tempat ini merupakan pilihan terbaik. Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.
Untuk mencapai Gunung Kelimutu yang pernah meletus di tahun 1886 ini, butuh “perjuangan” tersendiri. Dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur, butuh waktu sekitar 3 jam dengan mobil sewaan dengan kondisi jalan yang tidak terlalu bagus, berkelak-kelok, melintasi jurang dan tebing. Kita akan menemui kampung terdekat dengan kawah gunung Kelimutu yang bernama Kampung Moni.
Kampung ini terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende yang berjarak 13 kilometer dari Danau Kelimutu. Dari Moni hanya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai bibir Danau Kelimutu.
Selain dari Maumere, Kelimutu juga dapat dicapai dari Ende menggunakan bus antarkota ataupun kendaraan sewaan, dengan harga dan waktu perjalanan yang relatif tidak jauh berbeda. Dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, pengunjung dapat menggunakan pesawat menuju kota Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. Kelimutu terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende dan 83 kilometer dari Kota Maumere.
Photo credits - Arif Fadillah
Di Kampung Moni banyak dijajakan kain tenun Lio yang menjadi salah satu produk khas lokal disana dan dijual oleh penduduk setempat kepada para wisatawan. Di Kampung Moni pula terdapat penginapan yang bisa dipakai oleh wisatawan untuk menginap atau beristirahat.
Terdapat sekitar 20 homestay yang dikelola penduduk dengan tarif Rp 25.000- Rp 50.000 per malam sedangkan cottage milik pemerintah bertarif Rp 75.000-Rp 85.000. per malam. Edelweis, Pinus dan Cemara adalah sejumlah tumbuhan yang dapat kita temui saat memasuki kawasan Kelimutu.
Nah, selamat menikmati kawasan kawah danau 3 warna gunung Kelimutu yang eksotis itu!
Baca juga blog Amril
Oleh Amril Taufik Gobel
Inilah sebuah gunung yang menyimpan misteri sekaligus pesonanya. Gunung Kelimutu terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan puncak berketinggian 1.690 m dari atas permukaan laut, gunung itu memiliki keunikan karena ada tiga buah danau kawah berbeda warna.
Photo credits - Arif FadillahDanau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Tak kurang sudah 12 kali perubahan warna terjadi dalam waktu 25 tahun terakhir ini. Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat. Perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar danau.
Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
Photo credits - Arif FadillahDanau atau Tiwu Kelimutu dibagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa orang-orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal. Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.
Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda, tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu. Bagi penggemar hiking dan menyukai keindahan alam di desa pegunungan tropis, berwisata ke tempat ini merupakan pilihan terbaik. Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.
Untuk mencapai Gunung Kelimutu yang pernah meletus di tahun 1886 ini, butuh “perjuangan” tersendiri. Dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur, butuh waktu sekitar 3 jam dengan mobil sewaan dengan kondisi jalan yang tidak terlalu bagus, berkelak-kelok, melintasi jurang dan tebing. Kita akan menemui kampung terdekat dengan kawah gunung Kelimutu yang bernama Kampung Moni.
Kampung ini terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende yang berjarak 13 kilometer dari Danau Kelimutu. Dari Moni hanya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai bibir Danau Kelimutu.
Selain dari Maumere, Kelimutu juga dapat dicapai dari Ende menggunakan bus antarkota ataupun kendaraan sewaan, dengan harga dan waktu perjalanan yang relatif tidak jauh berbeda. Dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, pengunjung dapat menggunakan pesawat menuju kota Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. Kelimutu terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende dan 83 kilometer dari Kota Maumere.
Photo credits - Arif FadillahDi Kampung Moni banyak dijajakan kain tenun Lio yang menjadi salah satu produk khas lokal disana dan dijual oleh penduduk setempat kepada para wisatawan. Di Kampung Moni pula terdapat penginapan yang bisa dipakai oleh wisatawan untuk menginap atau beristirahat.
Terdapat sekitar 20 homestay yang dikelola penduduk dengan tarif Rp 25.000- Rp 50.000 per malam sedangkan cottage milik pemerintah bertarif Rp 75.000-Rp 85.000. per malam. Edelweis, Pinus dan Cemara adalah sejumlah tumbuhan yang dapat kita temui saat memasuki kawasan Kelimutu.
Nah, selamat menikmati kawasan kawah danau 3 warna gunung Kelimutu yang eksotis itu!
Baca juga blog Amril
Langganan:
Postingan (Atom)